Jumat, 27 Februari 2009

swimming time




akhirnya, aku tau juga yang namanya berenang ;P... setelah ayah & ibu udah lama banget bilang mau ngajak aku berenang, sampai baju renangnya hampir basi loh ehehhehehe. abis cuacanya ga memungkinkan sih jadi acara renangnya ditunda terus. nahh pas ada kesempatan & cuacanya juga bagus, kita berenang deh... ehh ayah & aku doang sih.. ibu jadi photografernya ajah ;))
wahh aku suka bangettt, main air... awalnya ibu khawatir aku nangis, karena kan aku belum pernah mandi air dingin.. & akhirnya aku nangis juga sih, tapiiiiii karena ga mau udahan ehehehhehehe

Kamis, 26 Februari 2009

dari mall ke mall




sabtu tgl 21 jan aku diajak ayah & ibu dari mall ke mall, awalnya sih karena ayah harus ke STC nuker modemnya yang rusak, dari pada nunggu disana akhirnya kita di drop di Plaza senayan, ini sih maunya ibu heheehehh metro lagi big sale katanya ;)) padahal hari jumat udah dari sana tuhh sama temen temennya, mau beli sepatuku tapi sayang ukurannya udah ga ada, akhirnya kita cuman liat jam yang ada di PS itu loh, yang kalau pas tepat jamnya, misal jam 11.00 jamnya bisa bernyanyi... wahh baguss ya baru liat kali ini sihhh, trus setelah itu ayah ngajak ke Grand Indonesia karena mau ke gramedia beli buku untukku asikkkkkk... disana kita makan siang trus ngelihat air mancur yang ada musiknya juga... kalau dibandingkan sih kalah dehh PS ;)) pantesan ya bang bijan hoby kesana heheheh bagus banget, sampai sampai aku takjub gitu... kata ibu sih masih bagusan yang di sentosa island - singapore, ada jalan ceritanya gituuu, kapan kapan ajak aku kesana yaaaa

main bola sama ayah




disuatu weekend, lupa sabtu atau minggu pagi gitu, setelah sebelumnya keliling komplek nyari bunga sama ibu & belanja di tukang sayur beli krupukkkk
aku & ayah nongkrong didepan rumah,... trus aku punya ide ;))... bagaimana kalau kita main bola ajah yah.. dari pada bengong begini hehehehehehehe......

Fulla




boneka, salah satu barang yang aku udah punya dari kecil, banyakkk deh & macem macem bentuknya.... ada jerapah, bebek, kodok, barney, bear, kumbang, gajah dll. tapi kenapa aku ga antusias ya? padahal kata orang,boneka itu mainanya anak cewek lohh...
aku malah lebih suka main bola, alat alat dapur, sepeda, balon, ngeberantakin CD & baca buku jadi sama ibu boneka bonekanya itu di plastikin ajah deh, biar ga kotor. mungkin kalau udah agak gedean aku jadi suka, gitu katanya...
2 bulan yang lalu ketika ibu pulang haji, aku dibawain oleh oleh boneka fulla..itu lohhh boneka seperti barbie tapi yang versi muslimah, jadi bonekanya pake jilbab gitu.... sebenernya cantiq sih, tapi teteuuppp aku ga terlalu suka, padahal ibu semangat banget ngenalin si fulla ke aku...hiiihhi maap ya buuu ...
ini dia dokumentasinya, bonekanya cuman aku pegang pegang bentar trus dilempar deh hihihhihiih

Rabu, 25 Februari 2009

peniru ulung

catatan ibu:

dirumah ada peniru ulung sekarang lohhh....mau tau siapa???? 
ya betullll yang di photo ini nih anaknya....Rayya namanya....

kalau masalah tiru meniru hmmmm kayaknya jagonya tuhhhh hampir semuanya dia tiru, ya kata kata, ya perbuatan, ya gerak gerik.....kalau yang ditiru hal hal yang positif lucu sihhh... tapi kadang menghawatirkan deh kalau dia udah meniru hal hal yang jelek, apalagi datangnya bukan dari dalam rumah... tapi dari lingkungan diluar rumah
padahal dirumah itu kita udah menjaga bangett semua kata kata yang kita ucapkan, ga ada TV semua diusahakan positif.. tapiiiii kalau diluar lingkungan bagaimana menjaganya ya?????

contohnya tadi pagi... ketika temennya mau main kerumah, trus sama pengasuhnya ga dibolehin karena udah mau berangkat sekolah (playgroup) akhirnya ngambek & bilang " pukul nihh..." sambil mengangkat tangannya keatas siap siap mukul....ke pengasuhnya
dalam hati gw, pasti rayya niru nih... bener ajah ga nyampe 5 menit dari itu dia langsung bilang ke susternya hal & tingkah yang sama " kukul nih...." sedihhh banget deh

emang benar ya kalau ada istilah anak anak itu seperti sponge, semuanya diserap cepat sekali... tapi bisakah kita memilah apa yang boleh atau yang ga boleh diserap??????

Rabu, 18 Februari 2009

suster pengganti

hari minggu tgl 15 feb, ada tamu datang kerumahku... awalnya aku ga tau siapa dia... pas udah kenalan, ternyata dia yang akan jadi temenku selama ibu & ayah bekerja, soalnya susterku yang sekarang bulan april mau nikah, jadi nanti ga bisa nemenin aku dirumah ;((

jadi mulai bulan maret nanti, suster yang baru mau dateng & belajar dari suster yang lama cara bermain denganku....
doain ya. mudah mudahan susternya baik & sayang sama aku ya, seperti suster sulis yang sudah jadi temanku semenjak aku umur 3 minggu loh.. jadi sedih juga sih... tapi mau bagaimana lagi ya.. maunya sih ibu yang nemenin aku dirumah tapi ibu kan harus kerja
aku doakan ya bu, semoga ibu bisa ganti pekerjaan sehingga ibu bisa nemenin aku dirumah amiennnnn

ini photo aku sama suter, waktu umurku 8 bulan 

Rabu, 11 Februari 2009

Bila si Kecil Tantrum

Rating:★★★
Category:Other
Bila si Kecil Tantrum
Source: http://www.ibudananak.com

7th of December, 2006.

tantrumSeringkali orangtua terkaget-kaget dengan prilaku ini. Bagaimana tidak? Selama ini, si kecil selalu manis, penurut, jarang sekali rewel, pendeknya gampang diurus. Tiba-tiba setelah ulang tahun keduanya, atau bahkan lebih cepat lagi (16 bulan), anak jadi mudah mengamuk untuk hal-hal yang, menurut orangtua, mungkin sepele.

Ekspresi marah yang nyaris histeris ini dikenal dengan istilah temper tantrum. Tantrum bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Tak peduli di rumah, dalam perjalanan ataupun ditengah keramaian. Tak ayal ini membuat orangtua ’lumayan’ kalang-kabut. Daripada bingung terus menerus- yang malah akan berujung stress- dengan perilaku ini, lebih baik orangtua menyisihkan waktu untuk sedikit mempelajari seluk beluk tantrum.


Temper tantrum (atau yang sering disebut dengan tantrum saja) adalah luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Manifestasi tantrum ini beragam, mulai dari (hanya) merengek dan menangis saja, menjerit-jerit, mengguling-gulingkan badan di lantai, menendang, memukul, mencakar, bahkan ada yang sampai beraksi menahan nafas. Tantrum sering muncul pada anak usia 1 hingga 3 tahun, meskipun tidak selalu berarti perilaku ini akan menghilang dengan sendirinya setelah anak mencapai usia 3 tahun. Biasanya, tantrum ini berlangsung selama 30 detik sampai 2 menit dan intensitas tertinggi terjadi pada 30 detik pertama.

Mengapa Anak Tantrum?
Sesungguhnya tantrum adalah bagian dari perkembangan anak. Ini memang suatu fase normal yang dilalui oleh semua anak. Bahkan anak-anak yang ’paling baik’ sekalipun, sekali waktu juga pernah tantrum. Menurut pakar psikologi anak, temperamen anak juga mempengaruhi kecenderungan tantrum. Anak yang bertemperamen ’sulit’ cenderung mudah tantrum.

Sesekali, sebagai orangtua, Anda perlu juga memandang ’dunia’ ini dari sudut pandang anak. Seiring dengan pertambahan umurnya, anak semakin memahami lingkungannya. Mereka tahu bahwa ada banyak sekali pilihan di sekelilingnya. Di mata anak, semuanya menarik sehingga mereka ingin memiliki atau menguasai semuanya. Tak seperti orang dewasa, anak-anak (batita dan balita) memiliki keterbatasan dalam mengendalikan maupun menyalurkan emosinya. Maka, ketika keinginannya tak terpenuhi, mereka menyalurkan rasa frustasinya lewat satu-satunya cara yang ia kuasai benar, tantrum!
Memahami faktor-faktor pemicu tantrum adalah ’bekal’ orangtua untuk menyikapi perilaku ini dengan kepala dingin.

Tak mampu mengungkapkan keinginannya – Umumnya anak usia batita memiliki keterbatasan bahasa. Tapi, meski kosakatanya belum banyak, anak usia 1 tahun telah memahami banyak hal, lho! Pemahamannya melebihi kemampuan verbalnya. Coba Anda bayangkan, bagaimana jika orang yang Anda ajak komunikasi tak kunjung mengerti maksud Anda? Seperti itulah yang dirasakan si kecil. Biasanya, tantrum akan berkurang seiring dengan meningkatnya kemampuan bicara anak.

Terhalangnya keinginan untuk mandiri – Anak usia batita mulai tumbuh rasa kemandiriannya. Mereka ingin dan merasa bisa melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh orangtuanya. Ketika Anda melarangnya, maka ia menyalurkan rasa frustasinya melalui tantrum.

Tak mampu menguasai/melakukan suatu hal – Anak bisa frustasi karena tak berhasil melakukan sesuatu hal yang ia anggap mampu lakukan. Misalnya, tak berhasil membuka kancing bajunya sendiri, atau tak bisa membuka tutup botol.

Ditolak permintaannya – ini yang sering terjadi di toko atau supermarket, ketika Anda tak mengabulkan permintaan anak.

Lelah, lapar dan/atau merasa tak nyaman – anak cenderung mudah ’meledak’ ketika mereka merasa lelah, lapar atau tidak nyaman.

Mencari perhatian – kadangkala anak tantrum untuk menarik perhatian orangtuanya. Dorothy Einon, seorang pakar perilaku anak di Inggris mengatakan, anak tidak akan tantrum dengan orang yang tidak ia cintai.

Suasana hatinya memang sedang buruk – Bad mood bukan monopoli orang dewasa, anak batita juga bisa, lho! Bukan tak mungkin si kecil terbangun di pagi hari dengan suasana hati yang kurang baik, dan tetap seperti itu sepanjang hari. Kalau sudah begini, lebih baik Anda bersiap-siap jika sewaktu-waktu terjadi ’ledakan’. Selanjutnya

TANTRUM

Rating:★★★★
Category:Other
Tantrum Periode

source :http://listiana.telkom.us


Salah satu Fase penting dalam masa kanak-kanak adalah ‘Tantrum Periode’. Fase ini ditandai dengan seorang anak yang mulai ‘melawan’, ‘membangkang’ dan keras kepala mengikuti ‘karepe dhewe’. Dalam masa tantrum periode, secara psikologis anak mulai menerapkan apa yang dia sebut dengan menjadi lebih dewasa setelah selam ini nyaman menjadi bayi, itulah sebabnya seorang anak berusaha negosiasi dengan lingkungan tentang apa yang dia sebut dengan kemandirian dan kedewasaan. Masa ini akan terjadi berulang kali dan lama tidaknya masa ini tergantung kerja sama orang tua dan anak dalam mengolah emosi masing-masing pihak. Biasanya tantrum periode dialami saat anak menginjak usia 2 atau 3 tahun kemudian berulang kembali pada usia 5 tahun dan seterusnya.

Umumnya orang tua yang kurang mengerti menganggap anak mulai susah diatur, melawan bahkan ada orang tua yang beranggapan bahwa ‘anakku punya attitude yang memalukan’. Yang terjadi adalah orang tua mulai kehilangan kesabaran dan putus asa lalu memberi cap kepada anak misalnya, ‘anak bandel’, ’susah diatur’, ‘keras kepala’ dan cap negatif lain yang akan dibawa dalam memori anak selanjutnya.

Yang terjadi sebenarnya adalah, anak-anak mulai berinteraksi dengan emosinya yang semula masih bayi menjadi lebih dewasa. Sebagaimana kita orang tua, pada saat kita pertama masuk ke lingkungan dunia yang baru tentu kita akan mengalami kebingungan dan sedikit ‘gangguan emosi’. Anak-anak pun demikian, mereka mengalami sedikit ‘gangguan emosi’ saat mengetahui bahwa dirinya yang semula bayi harus menjadi lebih dewasa dengan aturan2 yang membingungkan.

Ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan dalam menemani buah hati kita melewati masa ini :

1. Tetaplah berfikir positif bahwa anak kita adalah karunia terindah yang dikirim pada kita dalam bentuk yang sempurna sama dengan anak-anak lain. Every baby is a genius!

2. Biasakan kita untuk bernegosiasi mengenai aturan-aturan yang kita terapkan. Misalnya, ‘Kalau kakak mau mengalah pada adik, bunda akan senang sekali’. Sampaikan bahwa mengapa anak kita harus berbuat baik, apa efeknya pada diri sendiri dan orang lain. Berikan punishment yang berupa pengurangan kesenangan bukan berupa hukuman fisik. Misal,’ Kalau kakak belum bisa mengalah pada adik, Bunda tidak akan belikan mainan lagi’.

3. Berikan reward-reward kecil saat anak melakukan apa yang kita anggap baik. Reward tidak perlu berupa materi, cukup dengan senyuman, tepuk tangan dan kalimat-kalimat yang baik, misal ‘Wah, adik hebat ya selalu ucapkan terima kasih bila menerima sesuatu’.

4. Bila anak melakukan sesuatu yang kita anggap buruk, tak perlu langsung kita beri punishment, katakan saja, ‘Hari ini adik belum bisa, tapi besok sebelum pipis bilang ya’. Tak perlu kita perbesar apa yang tidak bisa dilakukan si kecil tapi perbesarlah hal-hal yang sudah bisa dia lakukan.

5. Everyday is a practice day. Anak kita bukanlah superman kecil yang langsung bisa mengerti banyak hal. Apa yang belum bisa dia lakukan hari ini, suatu saat pasti bisa dia lakukan dengan bantuan kita. Bukankah untuk membaca saja perlu waktu apalagi mengasah emosi.

6. Bila ingin menerapkan suatu aturan sampaikanlah dalam kondisi senyaman mungkin, yang tepat adalah pada saat anak akan tidur, diskusikan tentang keinginan orang tua dan tanyakan pula keinginan anak. Bisa juga dengan mengajak anak bicara pada saat anak sedang senang. Hindari adu argument saat anak masih ‘panas’ atau dengan nada yang kurang menyenangkan.

7. Temani buah hati dalam melewati masa sulit ini dengan penuh pengertian, maka dia akan menerima aturan ‘orang dewasa’ dengan penuh pengertian pula.

Maha Besar Allah dengan memberikan tantrum periode sehingga manusia tidak ’shock’ mengalami lonjakan emosi akibat perubahan dirinya. Seperti gradasi warna, emosi harus diasah dengan kehalusan ‘rasa’ bukan dengan kejutan-kejutan negatif.

Happy parenting!

Minggu, 08 Februari 2009

Odong odong otomatis

tau ga yang namanya odong odong otomatis??? adanya di tempat bermain yang serba pakai mesin, ga ada abang yang goes odong odongnya hihihihihihi
aku pernah diajak ibu sekali mampir kesana loh... sepulang belanja, nah aku tertarik naik mobil mobilannya, kata ibu itu mirip sama odong odong, caranya supaya mobilnya bergerak kira harus memasukan 2 coin, seharga Rp. 2.500. setelah aku coba koq gerakannya sebentar banget ya trus cuman maju mundur ajah... bikin aku tambah ngantuq deh..
wahhh kalau begini sih, aku lebih memilih naik odong odong yang dirumah ajah bu,      Rp. 2.000  udah bisa 4 lagu.. lama kannnn????

 
 









pasar gembrong




pasar gembrong atau yang nama resminya pasar prumpung adalah pasar yang mayoritas penjualnya menjual mainan, dari yang harganya murah sampai mahal pun ada...
kalau kata ibu nih, harganya jauh lebih murah dari toko toko lainnya, semisal di itc.
hari minggu tanggal 1 februari yang lalu, aku diajak ibu kesana loh... sekalian acara arisan ke rumah tante olie di pondok bambu.
dari rumah ayah sudah memberikan pesan kalau kali ini budgetnya Rp. 100.000 saja ya....,abis kalau ga, ibu bisa kalap liat mainan yang banyak ragamnya dengan harga yang miring pula.... alasannya sih, mumpung kesini yah.....
kalau aku sih secara yang dibelikan, pasrah ajah ya... berapapun mainan yang dibelikan aku senengggggg banget ...
nah pada kenyataannya ternyata kalau di pas kan 100 ribu kan susah ya.. akhirnya aku dibelikan 3 mainan dengan harga total Rp. 120 ribu.... murah bangettt kannnnnn, sayang aku lagi tidur pulas dimobil jadi ga ikutan turun deh....
hayooo pada minta ayah & ibunya kesana pasti pada ngeborong.....
ini nih mainannya

Photo Album 2009-02-08

Jumat, 06 Februari 2009

16 bulan


halo semua... hari ini umurku tepat 16 bulan lohhhh.. udah besar sekali ya.....

alhamdulilah banyak sekali progress yang sudah dicapai nih, seperti berikut ini :

  • mulai lancar berjalan umur 15 bulan, sebagai suprised buat ayah & ibu sepulang mereka haji ;))
  • gigiku sudah 14 sekarang, banyak kan???
  • rambutku sudah panjang & dipotong sama ibu, jadi model dora begini
  • kosa kataku sudah banyak loh, lebih lah dari 30 kata. tapi kalau didepan orang orang yang belum aku kenal aku masih males ngomong nih knapa ya?
  • sudah bisa main puzzle
  • sudah bisa mengenali hewan hewan, buah buahan & alat alat transportasi yang ada di gambar yang dibelikan ibu
  • dan aku sekarang jadi peniru ulung.... aku lagi suka meniru apa yang orang lain omongin atau perilaku mereka. jadi bibi & suster diwanti wanti sama ibu.. kalau bicara depan aku harus dipilih plilih kata katanya..hiihiihhihi kasian ya mereka
  • kalau masalah BB masih tetep 11 kg  nih, tapi tingginya sudah 81 cm. karena aku udah besar, kalau ditimbang  & diukur tingginya sudah  berdiri gitu
  • sudah bisa nyanyi walaupun sepotong sepotong
  • sudah bisa mengenali bagian bagian tubuhku
  • sekarang lagi latihan menulis atau tepatnya oret oretan
doa ayah & ibu untukku, semoga aku tambah pinter ,sehat selalu  & jadi anak yang sholehah ameinnnn

Senin, 02 Februari 2009

Perawatan Gigi, Mulai dari Gigi Susu

Rating:★★★★
Category:Other
Perawatan Gigi, Mulai dari Gigi Susu
sumber: www.pdgi-online.com

Kerapian gigi susu dapat menghindarkan kelainan komposisi gigi tetap. Pemiliknya pun selalu ingin memamerkan mutiara putih di mulutnya.


Gigi yang rapi, putih nan bersih menjadi modal seseorang untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Untuk itu, perawatan gigi mutlak menjadi hal yang tak bisa ditawar. Ternyata, merawat gigi susu pada anak sama pentingnya dengan gigi tetap pada orang dewasa.

Jika gigi susu tidak terawat dengan baik, bisa saja terjadi kelainan pada komposisi gigi tetap. Tumbuhnya gigi pertama pada bayi memang tak ada patokan pasti. Rata-rata, mulai umur enam bulan, gigi bayi sudah mulai kelihatan. Namun, bisa saja ketika baru lahir, pada gusi tampak garis putih tanda hampir munculnya gigi pertama. Malahan, ada yang setelah ulang tahun pertama lewat, gusi masih belum menunjukkan tanda-tanda kemunculan gigi.

Di Indonesia, gigi anak-anak umumnya baru lengkap pada usia 3–3,5 tahun. Gigi-geligi yang disebut gigi susu tersebut akan tanggal satu demi satu, kemudian digantikan dengan gigi tetap. Jumlahnya sekitar 20 buah, yaitu sepuluh di atas dan sepuluh lagi di bawah. Spesialis gigi dari Hang Lekiu Medical Center drg Marianna mengatakan, gigi susu yang lengkap terdiri dari delapan gigi seri atas-bawah, empat gigi taring atas-bawah, empat geraham kecil kanan atas-bawah, serta empat geraham kecil kiri atas-bawah.

”Perawatan gigi susu sebenarnya lebih mudah dibandingkan gigi tetap karena lebih sedikit serta lebih mudah untuk orangtua memantau makanan yang dikonsumsi anak,” ujarnya. Biasanya, gigi susu rahang bawah lebih dulu timbul daripada gigi susu rahang atas. Gigi susu bayi perempuan pada umumnya timbul lebih awal daripada gigi susu bayi laki-laki.

”Bakal gigi susu sebenarnya terbentuk ketika anak masih di dalam kandungan. Karena itu, kekuatannya tergantung dari asupan gizi, terutama kalsium yang dikonsumsi ibu ketika hamil,” paparnya. Hal senada diungkapkan Associate Director Division of Dentistry Alfred I duPont Hospital for Children Wilmington, Garrett B Lyons Jr DDS.

Dia mengatakan, perawatan gigi pada bayi sebaiknya dimulai sebelum gigi pertama muncul karena sebenarnya gigi sudah terbentuk di dalam gusi. ”Ingatlah, meskipun kita tidak dapat melihat gigi pada bayi, belum tentu tidak ada. Gigi sebenarnya mulai terbentuk pada kehamilan trimester kedua. Ketika bayi lahir, sebenarnya dia telah memiliki 20 gigi utama, yang sebagian besar telah terbentuk penuh di dalam gusi,” ungkap Garrett.

Pada anak, gigi susu mempunyai fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap, yaitu sebagai pedoman penuntun atau penunjuk arah tumbuhnya gigi tetap agar kelak tumbuh pada tempat yang sesuai. Selain itu, gigi susu juga menjaga pertumbuhan lengkung rahang sehingga susunan gigi menjadi teratur. Pergantian gigi susu ke gigi tetap pertama kali dimulai kurang lebih pada usia enam tahun dan berakhir pada usia kurang lebih 12 tahun. Salah satu tanda gigi tetap akan tumbuh umumnya didahului goyangnya gigi susu.

Hal ini karena akar gigi susu jadi pendek akibat dorongan proses keluarnya gigi tetap (resorbsi). Pergantian tersebut memiliki pola tertentu, biasanya dimulai gigi seri tengah, depan, hingga bawah. ”Terkadang orangtua kurang memperhatikan bahwa ketika gigi geraham anaknya rusak disangka gigi susu, padahal gigi tersebut sudah merupakan gigi tetap. Karena itu, perlu dicermati tanggalnya gigi susu yang sudah tergantikan oleh gigi tetap,” papar drg Marianna.

Dia menuturkan, pencabutan gigi susu yang tidak tuntas atau terlalu keras bisa saja meninggalkan akar gigi atau menyebabkan kapalan pada gusi. Jika hal ini terjadi, gigi tetap akan menembus bagian gusi yang lebih lemah, yang terletak di bagian belakang atau depan. ”Hal ini bisa menyebabkan gigi gingsul atau monyong ke depan. Tentu saja pertumbuhan gigi seperti ini dapat mengganggu fungsi maupun estetika gigi,” pungkasnya.

Biasakan Berkonsultasi

Kesadaran orangtua untuk membawa anaknya berkonsultasi dinilai masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus anak ke dokter gigi jika sudah terjadi masalah, misalnya ketika pipi anak bengkak karena giginya rusak. Langkah ini kurang bijaksana.

Sebaiknya, ajak si kecil ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali, meskipun tidak ada masalah. Alasannya, bisa saja ada makanan atau susu yang tertinggal, meski sudah dibantu orangtua membersihkannya. Bila dibiarkan, sisa makanan ini dapat merusak gigi anak. Jadi, langkah pencegahan memang selalu lebih baik.

Selain itu, dokter gigi dapat menjadi sumber informasi yang bisa dipercaya dalam menerangkan pentingnya merawat gigi dengan tepat. Sayangnya, orangtua kerap menganggap remeh kesehatan gigi anak. Padahal, kesehatan mulut dan gigi dapat mengganggu perkembangan lain.

Menurut Vincent Iannelli MD, penulis buku The Everything Father’s First Year Book dan Associate Professor Pediatrics pada UT Southwestern Medical Center Dallas, Amerika Serikat, waktu yang paling tepat untuk membawa anak ke dokter gigi berdasarkan rekomendasi The American Academy of Pediatric Dentistry, yaitu ketika anak telah memiliki gigi pertama atau tidak lebih dari usia satu tahun.

”Semakin cepat anak memeriksakan gigi ke dokter gigi, semakin cepat dia belajar menjaga kebersihan mulutnya. Misalnya, menghindari meminum susu dari botol pada malam hari, mengenal cara menyikat gigi dengan benar, dan memakan makanan yang akan mendukung pertumbuhan gigi yang sehat,” ujar Vincent. Dokter gigi akan menjelaskan lebih detail mengenai perawatan gigi si kecil.

Apabila ada pertumbuhan gigi yang belum sempurna, biasanya dokter gigi juga akan membuatkan foto rontgen (X-ray) panoramic. Melalui foto ini, orangtua dapat melihat pertumbuhan gigi dan rahangnya. Mengenai kebiasaan untuk berkonsultasi ke dokter gigi sejak awal tumbuh gigi susu juga diungkapkan drg Marianna.

Dia menyarankan, sebaiknya saat pertama kali anak diajak ke dokter gigi, hanya sebagai perkenalan. Kemudian, pada konsultasi ke dokter gigi kedua, sebaiknya tindakan yang dilakukan pun hanya memeriksa keadaan gigi.

”Yang penting, tindakan pertama tidak boleh menyebabkan trauma kepada anak. Jika anak dibiarkan mengenal dulu dokter gigi, lalu dibiarkan bermain. Misalnya, duduk di kursi yang bisa naik-turun. Kalau sudah seperti itu, tidak mustahil anak yang akan mengajak orangtua ke dokter gigi,”saran Marianna.

Sementara itu, Garrett B Lyons Jr DDS menyarankan agar anak-anak sebaiknya dibawa ke dokter gigi yang secara khusus menangani anak-anak. Dokter gigi ini biasanya terlatih untuk menghadapi beragam masalah pada gigi anak.

Memperkenalkan Perawatan sejak Dini

Sebelum gigi susu tampak, perawatan gusi harus sudah dimulai. Sebaiknya, ini dilakukan secara rutin. Beberapa hal berikut bisa menjadi bahan pertimbangan orangtua saat merawat gusi dan gigi si kecil.

Mulai perawatan sejak dini. Jika gigi baru tumbuh dua atau empat buah, bersihkan dengan kain. Jika gigi sudah tumbuh lebih dari delapan, bersihkan dengan sikat gigi bayi yang mempunyai ujung kecil dan berbulu halus atau yang berbulu karet.

Awalnya, gunakan saja air matang untuk berkumur, tanpa pasta gigi. Jika dia sudah bisa berkumur dan membuang air kumurnya, baru gunakan pasta gigi yang mengandung flourida. Usahakan flourida jangan sampai tertelan. Lebih baik gunakan pasta gigi anak-anak dan berikan secukupnya. Libatkan anak setelah dia mampu memegang sikat gigi, biasanya pada usia 18–24 bulan.

Duduk atau berdirilah bersama si kecil di depan kaca. Dari belakang si kecil, orangtua bisa memegang sikat gigi dan menggosok giginya, sedangkan tangan yang sebelah lagi memegang badan atau dagu si kecil. Menurut drg Marianna, penjelasan orangtua tentang kebersihan mulut mutlak dibutuhkan oleh anak. Berikan contoh kepada anak mengenai kebiasaan dan cara menyikat gigi yang benar.

”Satu hal yang dapat diakukan adalah mengajak si kecil bicara selama kegiatan menyikat gigi berlangsung. Dia akan menikmati acara ritualnya ini dalam suasana menyenangkan. Lambat laun dia akan merasakan betapa pentingnya menyikat gigi setiap hari,” ungkap Marianna. Jangan terlalu sering memberikan anak makanan yang manis dan mudah melekat di gigi atau gusi, seperti permen, cokelat, biskuit.

Makanan seperti itu dapat bereaksi di mulut dan akhirnya membentuk asam yang dapat merusak gigi dan dapat menimbulkan gigi berlubang, gigi tanggal sebelum waktunya, serta gangguan pada ukuran, bentuk, maupun jumlah gigi.

”Memang tidak mungkin melarang anak sama sekali tidak makan makanan manis, seperti permen dan cokelat. Untuk meminimalisasi akibat konsentrasi gula tinggi yang merusak email gigi, biasakan anak minum air putih atau berkumur. Hal ini akan menurunkan konsentrasi gula pada mulut,” tutur Marianna.

Dia juga mengingatkan bahwa penggunaan pasta gigi yang tepat untuk anak juga harus dipertimbangkan dengan baik oleh orangtua. Jangan langsung terbujuk iklan yang menawarkan berbagai rasa. Sebab, belum tentu aman untuk anak ketika tertelan terlalu banyak.

”Jangan pakai pasta gigi yang terlalu banyak karena kemungkinan tertelan oleh anak-anak, terutama yang memiliki berbagai pilihan rasa. Yang penting, ajarkan anak berkumur sejak dini,” tandasnya. Jangan lupa, siapkan makanan kaya kalsium (ikan & susu), fluor (teh, daging sapi & sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), C (buahbuahan), D (susu), dan E (kecambah). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi anak-anak. (ririn sjafriani/sindo/mbs)

Kapan Pertama Kali ke Dokter Gigi

Rating:★★★
Category:Other
Kapan Pertama Kali ke Dokter Gigi
sumber: www.anakku.net


* gigi

dr-gigi.jpgPada umumnya manusia mempunyai 2 macam gigi, yaitu gigi sulung atau kadang kita menyebutnya gigi susu tetap. Gigi sulung dibentuk pertama kali sejak anak dalam kandungan dan gigi tetap dibentuk semenjakanak itu lahir.

Pada saat gigi dibentuk diperlukan zat-zat pembentuk gigi seperti kalsium, fosfor, fluor dan mineral lainnya. Gisi sulung ini akan tumbuh atau erupsi berkisar usia anak 6-7 bulan.

Agar nanti gigi tetapnya akan tumbuh dengan sempurna, maka gigi sulung yang sudah muncul perlu diperhatikan. Kelainan yang sering terjadi pada gigi susu adalah: perubahan warna gigi yang cenderung kecoklatan atau kehitaman, dan gigi menjadi berlubang karena karies.

Untuk menghindari hal tersebut, maka menjaga kebersihan dan kesehatan gigi adalah penting. Menjaga kebersihan gigi dapat dilakukan sejak gigi susu muncul dalam rongga mulut. Caranya sebagai berikut :

1. Bersihkan mulut (gigi, gusi dan lidah) bayi secara teratur terutama sehabis minum susu atau minum manis lainnya; juga setelah makan. Cara pembersihan dapat dengan kapas atau kain yang dibasahi air bersih.
2. Berkumur dengan air bersih setelah makan.
3. Belajar menyikat gigi sejak gigi baru tumbuh, terutama malam sebelum tidur.
4. Membawa anak ke dokter gigi secara teratur. Kapan? Yaitu saat gigi susu mulai tumbuh sekitar usia bayi 7 bulan

Jadi sebaiknya ajaklah anak anda untuk memeriksakan kebersihan dan kesehatan giginya sedini mungkin.

Perawatan dan pengobatan gigi anak yang dilakukan oleh seorang dokter gigi perlu dilakukan dengan cara yang simpatik, mempertimbangkan perasaan atau situasi emosional anak sehingga dapat membentuk rasa percaya dan kerjasama anak untuk melakukan perawatan/pengobatan. Kunjungan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak dan harus bertujuan, terutama sebagai tahap pengenalan dimana dokter gigi mengenali anak dan anak mengenali dokter gigi serta lingkungannya. Jika anak merasa senang, maka hal ini akan membentuk sikap dan perilaku yang positif terhadap perawatan/pengobatan gigi.